Perang Topat ala Tau Sasak

Tradisi perang topat, merupakan tradisi adat yang dilakukan setahun sekali sebagai simbol toleransi umat beragama di wilayah pulau Lombok yang dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan Agama Hindu. Tradisi ini biasanya di laksanakan pada awal bulan Desember bertepatan dengan rontoknya bunga pohon waru yang terdapat di wilayah Pura Lingsar. AsumiĀ  asal usul terjadinya tradisi ini pun bermacam-macam, tapi yang banyak di bicarakan adalah legenda dari sebuah kerajaan yang terdapat di wilayah Lombok Barat bernama Kerajaan Medain. Konon pada zaman dahulu Raja dari Kerajaan Medain mempunyai seorang putra bernama Raden Mas Sumilir yang bergelar Datu Wali Milir. Di riwayatkan Datu Wali Milir menancapkan tongkatnya di tanah Bayan, ketika tongkatnya di cabut dari tanah bekas tempat tongkat itu di tancapkan mengalir air dari perut bumi dengan derasnya. Dalam pengucapan bahasa Sasak air yang muncrat tersebut di namakan langser dan berubah pengucapan menjadi lengser, sehingga daerah tersebut di namakan desa Lingsar.

Lanjut membaca